The Adventure of Kembang Ranger : Awesome Bosscha
1:40 AM
Kembang ranger? apaan tuh? Ranger indonesia? haha. Bukaan! Kembang ranger itu celetukan dari temen gue buat kita-kita yang bertualang bareng ke Bandung. From seven reduce three. hmm sedih yaa, rencananya mau bareng-bareng sekeluarga 'Pojok Ceria' lorong 8 asrama A2 IPB, malahan tinggal tiga biji doang yang milu (milu = ikut). tapi yasudahlah yaa, we have some fun altough three. hehehe pengalaman baruu.
Destinasi utama kita ke Bandung yaituu Observatorium Bosscha. Kami memilih Observatorium Bosscha karena
terinspirasi dari film Petualangan Sherina, film anak-anak dulu pas si
sherina masih kecil. hihi. saking noraknya kita sampe nginget-nginget
adegan-adegan di petualangan sherina kayak "jendela ini tempat si
sherina keluar bukan, sih?", nyebut nama sadam "sadaam, sadaaam", dll. Oiyaa, sebelumnya gue harus ngasih tau kembang ranger dulu dong yaa. Kembang ranger terdiri atas gue, dewi, dan anggi. Kita bertiga sekontrakan bareng di 'Rumah Ijo' Cibanteng, nama yang kita buat untuk nyaingin wisma hijau cibanteng. HUAHAHA. Here we are!!
![]() |
| dewi (kiri), gue (tengah) dan anggi (kanan) we are the kembang ranger, yeah! |
Petualangan kami bermula pada hari jum'at, 18 Januari 2013. Karena Bosscha buka untuk umum (non group) hari sabtu jam 09.00 untuk kunjungan siang, kami memutuskan berangkat hari jum'at dan menginap semalam di Saidah Guesthouse. Karena ini ceritanya backpacker, soo kita pasti butuh penginapan yang harganya muat di kantong kaan? Nah, kalo untuk itu, penginapan ini cukup recommended. Harganya mulai dari Rp 125.000 sampai Rp 225.000 tergantung jenis kamar. Kalau mau ekstra bed cuma Rp 35.000 kok. hehe. Yaah, tapi karena harganya terjangkau jadi jangan berharap banyak, yang penting kita bisa tidur dengan nyenyak dan aman.
![]() | |||||||||
| Saidah Guesthouse, kita pesen kamar twin + 1 ekstra bed dengan harga Rp 185.000 plus sarapan. lumayaan hehe |
Hari jum'at tanggal 19 Januari 2013, kami melanjutkan perjalanan ke Observatorium Bosscha yang berada di Lembang, Bandung. Karena kami ngangkot, semboyan selama perjalanan adalah miskin di ongkos tua di jalan. hueheehee. Habis, perjalanan berlangsung sangat lama hingga membuat pantat kami hampir tepos. Oiyah, jika kalian ingin ke Bosscha naik angkot, dari terminal leuwi panjang kalian naik angkutan umum yang menuju kebun kelapa lalu naik lagi angkot ke ledeng. Nanti, minta abangnya turunin yang ada angkot lembang. Setelah turun di depan Bosscha, kalian bisa jalan atau naik ojek dengan harga Rp 5000. Waktu itu kami belum tau medannya, jadi berangkat naik ojek, pulangnya jalan kaki. Setelah sampai di sana, woooooow coool maan!! lebay sori. kan norak ceritanya. hehe
![]() |
| Naik angkot ituu miskin di ongkos tua di jalan, tapi tetep seru kook. |
![]() |
| Akhirnyaa sampai juga di Bosscha, yeeeaah |
Untuk masuk ke kawasan Observatorium Bosscha ini, setiap pengunjung dikenai biaya Rp 7.500 saja. Jam di tangan masih menunjukkan pukul 09.05 sedangkan Bosscha dibuka jam 09.30 (ngaret gituu. hehe). Jadii, kami narsis dulu deeh, mumpung sepi juga. huehehe.
Setelah dibuka, kami masuk ke dalam Observatorium beserta pengunjung lainnya. Penjelasan tentang Bosscha dan teleskop yang mereka miliki termasuk teleskop terbesarnya yaitu teleskop Zeiss diutarakan oleh seorang yang kami sebut Om Harry Potter (dia tidak menyebutkan namanya) yang jelas ahli dalam bidangnya. Kok Harry Potter? iyaa, abisnya si om ini enak diliat sih. haha. Selain itu, om ini pake kaca mata dengan gaya rambut kayak Harry Potter looh. Dan kalau dilihat-lihat, rambut si om ini putih belum waktunya, karena memang dia terlihat masih mudah dan manis. Wadooh kok jadi ngomongin om-om yaa.
![]() |
| This is the one of Bosscha Observatory where Zeiss Telescope is located. Kubahnya bisa geser 360 derajat dan celah di kubah bisa menutup dan membuka. Padahal teknologinya 1920 tp udah keren gitu yaa. |
![]() |
| Foto bareng tante dari Denpasar. waah jauh banget tante wisatanyaa. hehe |
![]() |
| Itu teleskopnya di belakang kayanya. haha |
![]() |
| Ini dia Om Harry Potter! aslinya lebih manis kook, bener deh. oia lantai yg diinjak si om itu bisa naik turun disesuaikan dengan kebutuhan pengamatan. |
Dari petualangan kami ke Bosscha, kami membawa pengalaman serta pengetahuan yang baru, antara lain.
- Ternyata Bosscha itu bukan nama tempat teleskop yang segede gaban itu disimpan, tapi Bosscha merupakan nama kawasan perbukitan tempat observatorium bintang dibangun pada tahun 1920.
- Nama Bosscha diambil dari nama pendirinya yakni Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha kebun teh yang ingin memajukan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang astronomi.
- Pembangunan Bosscha dilakukan dalam lima tahun, satu tahun untuk membangun observatorium dan empat tahun untuk mengkontruksi teleskop, terutama teleskop Zeiss.
- Dahulu, Observatorim Bosscha merupakan terbesar ketiga di bagian bumi selatan.
- Teleskop Zeiss berada pada sebuah bangunan silinder berkubah setengah bola. Kubah tersebut dapat bergeser hingga 360 derajat dan di atasnya terdapat celah yang dapat dibuka dan ditutup pada saat pengamatan berlangsung. Pada bangunan terdapat lantai berdiameter 11 meter yang dapat dinaikkan hingga 3.8 meter dari posisi terendahnya. Lantai tersebut hanya dapat menanggung beban 200 kg (setelah dikurangi kursi dan sebagainya). Oleh karena itu, hanya si om Harry Potter sendiri saja yang berada di atas lantai tersebut sedangkan pengunjung berada di lantai pinggir bangunan yang permanen.
- Teleskop Zeiss memiliki panjang fokus hampir 11 meter serta tiga buah teleskop, yaitu dua teleskop utama dan satu teleskop pencari.
- Teleskop memang perlu perawatan khusus agar selalu dalam kondisi prima. Mungkin karena umur dari teleskop yang sudah tergolong tua dan onderdil teleskop Zeiss sudah tidak tersedia di jaman sekarang. Saking sensitifnya, teleskop hanya boleh dibersihkan dua kali dalam setahun. Lebih dari itu resiko timbulnya goresan akan makin besar sehingga akan memperpendek umur si besar ini, katanya. Jika ada kerusakan pun para petugas harus memperbaikinya sendiri dan jika ada onderdil yang patah, mereka harus membuatnya sendiri. Tugas yang cukup berat bagi 'para penjaga teleskop' Bosscha ini. Bener-bener butuh kesabaran dan kejelian ya. Hmm semangat yaa om Harry Potter
- Baik teleskop kecil maupun besar sama-sama dapat melihat bintang dalam jarak jauh dan tidak dapat memperbesar bintang. Bedanya pada cahaya yang dikumpulkan masing-masing teleskop, teleskop kecil mungkin hanya 10 kali kasat mata sedangkan teleskop besar sampai 200 kali kasat mata manusia.
- Ada dua cara untuk memperbesar bintang dari teleskop yaitu pertama, bikin teleskop segede bulan atau kedua, deketin teleskopnya ke bintang yang dituju. hehehe
- Di Kawasan Observatorium Bosscha tidak hanya terdapat teleskop Zeiss saja. Ada beberapa teleskop lain seperti teleskop Bamberg, Unitron, GAO-ITB, serta teleskop Surya. Sayangnya, saat kami berkunjung keempat teleskop ini sedang tidak dibuka.
- Di ruang multimedia kamu dapat pengetahuan tentang tata surya dan bintang yang disajikan secara menarik. I'm mars, ..., i'm the earth, ... (gak hapal ._.). hihi
more info:








3 comments
Mbak Rika, mo nanya.
ReplyDeleteSaidah Guest House itu kamarnya ada kamar mandi pribadi atau pakai kamar mandi bersama, ya.
Thx :)
kamar mandi pribadi koook. kalo gak salah semuanya kamar mandi dalam :)
ReplyDeleteinformasi nya membantu sekali, :)
ReplyDelete