Antara Hati dan Logika

3:42 PM

'Hati', biasanya berhubungan dengan perasaan kepada orang dan lingkungan sekitar. Terkadang ia berhubungan dengan cinta, terkadang berhubungan dengan pertemanan dan persahabatan. 'Hati' ini sangat sensitif manakala ada sesuatu yg mengganggu dan kemudian kesensitifan ini mempengaruhi kerja anggota tubuh lain. 'Hati' bisa membuat manusia merasakan apakah ia disayangi, disakiti, dipedulikan. Apakah sesuatu dapat dipandang 'sesuai atau tidak'.

Logika selalu mengungkap sesuatu dari sudut pandang realita. Penilaian logika memandang sesuatu 'benar atau salah' bergantung dari apa yg telah terjadi. Apa yang menjadi fakta dan pengetahuan seseorang akan sesuatu hal, itulah yg menjadi pertimbangan.

Hati dan logika terkadang tidak satu 'pemikiran'. Mereka masing2 memiliki 'pandangan' sendiri mengenai suatu hal. Tak jarang, antara hati dan logika sering terjadi 'perang' karena saling mengungguli satu sama lain.

'Perang' hati dan logika kerap kali terlihat dalam suatu rapat pleno. Dalam suatu rapat tersebut, perdebatan 'perang' antara hati dan logika dapat terlihat dengan jelas. Meski wawancara telah dilakukan dalam perekrutan suatu organisasi, tetap dibutuhkan pertimbangan dari banyak orang apakah seseorang pantas diterima atau tidak. Banyak orang yang mengeluarkan pendapat hati dan pendapat logikanya mengenai seseorang yang menjadi pertimbangan. Yang terberat adalah bagi orang yang mengambil keputusan. Dalam dirinya, mungkin 'perang' hati dan logika semakin bergejolak, meninbulkan perasaan ragu sekaligus berat. Rapat pleno agaknya harus didukung pengetahuan seseorang yg menjadi bahan pertimbangan. Namun, ternyata cara ini juga bukan jalan yg sepenuhnya benar untuk memutuskan apakah orang tersebut layak diterima. Walaupun dalam forum mengharuskan seseorang mengungkapkan secara jujur, secara sadar atau tidak, pemikiran hati tetap masuk mengikuti pemikiran logika. Aaaaargh aku baru tau, memilih sesuatu yg tepat itu bukanlah hal mudah.

Tapi aku setuju, bagaimana pun kuatnya 'pendapat' hati, tetap logika yang harus diutamakan. 'Pemikiran' hati tidak dihilangkan, hanya saja dikesampingkan demi menyingkap kebenaran. Karena hati memandang sesuatu atas hubungan dan pandangan personal kita terhadap seseorang. Biasanya 'pemikiran' hati ini hanya bersifat sementara saja. Waktu lah yg membuktikan bahwa 'pemikiran' hati tidak selamanya benar. Sedangkan logika tidak hanya menyangkut hubungan personal. Fakta adalah hal terpenting yang harus diungkap, karena fakta mampu memperlihatkan kebenaran sesungguhnya.

Orang yang dapat mengambil keputusan berdasarkan 'pemikiran' logika menurutku adalah orang hebat. Ia mampu mengalahkan 'pemikiran' hatinya dan memilih memenangkan logika. Meski tak jarang, keputusan yg diambil menimbulkan pengorbanan lain yakni, lepasnya kepercayaan orang lain.
Sekian.

Thanks for visited My Blog

0 comments