Sekelumit Cerita Penelitian (1): Perelek, Bantuan Sosial Khas Warga Jawa Barat

11:48 PM


Penelitian saya yang mengkaji seputar pengeluaran rumah tangga mengharuskan saya menggali lebih dalam tentang apa saja pengeluaran yang telah responden lakukan dalam setahun yang lalu dan salah satunya, sedekah. Saya mengcluster beberapa wilayah di daerah Bogor untuk dijadikan sample penelitian saya salah satunya di daerah Cimanggu. Ada yang unik dari kebiasaan bersedekah warga di salah satu perumahan di Cimanggu, Bogor. Setiap bulan warga diharuskan memberikan Perelek yang dikumpulkan oleh organisasi masjid atau juga dari RT setempat.

Perelek sebutannya, merupakan bantuan wajib yang harus dibayarkan oleh setiap keluarga dengan cara menyisihkan sesendok beras setiap kali akan menanak nasih di wadah tertentu. Kegiatan menyisihkan beras ini dilakukan setiap hari dan setelah satu bulan akan ada petugas yang akan mengumpulkan Perelek tersebut dari rumah ke rumah. Perelek tidak memiliki arti khusus. Penyebutan  perelek berasal dari suara yang dihasilkan beras pada saat dikumpulkan dan dituangkan ke wadah petugas. Perelek~ perelek~ perelek~ gitu...

Perelek ini buat apa sih? Banyak banget. Tapi khusus di wilayah tersebut, beras dari perelek akan diberikan kepada orang yang kurang mampu dan juga kepada satpam-satpam di sekitar perumahan. Oia, perelek ini saya dapatkan informasinya dari Pak Ayi, salah satu responden saya. Beliau menuturkan tradisi perelek ini sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan bisa dibilang ini tradisi masyarakat Jawa Barat karna jaman dahulu hampir seluruh warga secara rutin melakukan perelek ini untuk membantu sesama. Saat ini, warga perumahan tersebut mencoba membangkitkan kembali semangat peduli sesama melalui tradisi perelek yang dikoordinir oleh masjid dan aparat setempat.
Menurut Pak Ayi, perelek ini merupakan budaya sosial yang semestinya harus terus dilestarikan. Perelek termasuk sedekah yang digunakan untuk membantu warga lain yang kurang mampu namun tidak memberatkan bagi si pemberi. Bayangkan saja, jika satu keluarga berhasil mengumpulkan perelek sebanyak 1 kaleng saja dalam sebulan lalu dikalikan dengan jumlah rumah yang ada di perumahan tersebut, berapa banyak beras yang dapat terkumpul dalam sebulan. Kemudian, dikalkulasikan selama 12 bulan, berapa banyak beras yang dapat dikumpulkan selama setahun dari hasil mencomot sesendok beras setiap kali menanak nasi. Saya pun membenarkan penuturan Pak Ayi yang penuh semangat terebut.

Luar biasa ya... Saya sendiri tidak menyangka dan baru tahu ada budaya sosial yang ternyata mirip dengan sedekah dan telah dilakukan sejak lama oleh masyarakat Jawa Barat. Ide jenius kalo menurut saya, kita ngasih ringan tapi tetap memberi dampak positif yang pasti bagi mereka yang membutuhkan. Tidak hanya untuk kepentingan beramal, perelek ini saya lihat juga sebagai pengerat kekeluargaan antar warga, memupuk kepedulian sosial sehingga timbul rasa memiliki antar sesama. Aaaah~ senangnya ...



Terima kasih ya Pak Ayi udah ngejelasin tentang perelek ^^


Thanks for visited My Blog

0 comments